PHEROMONES

Ani berwajah manis dengan warna kulit sawo matang tinggi hanya 155 cm berambut panjang, dimata teman – temannya Ani sosok yang moody-an namun baik hati karna mampu menjaga rahasia teman-temannya. Di mata Budi dan Rio… Ani merupakan sosok yang membuatnya tergoda, walaupun banyak wanita disekitarnya yang lebih cantik dan menarik dari Ani, itu tidak membuat tatapan Budi dan Rio berpaling ketika melihat Ani.

Kenapa Budi dan Rio begitu tertarik pada Ani yang biasa-biasa saja? mungkin karna Ani mempunyai Pheromones yang cukup kuat.

Apa itu pheromones…??? anda sudah tau apa itu… kalau saya baru tau kata-kata itu beberapa hari yang lalu, kata pheromones muncul dalam komik “my boyfriend is a vampire” yang saat ini sedang saya ikuti.

Pheromones can help increase your sexual attraction to the opposite sex..!!!

The Pheromones - Good for You

Pheromone diperkenalkan pertama kali oleh Peter Karlson dan Martin Lüscher pada tahun 1959 dalam penelitiannya mengenai zat kimia alami yang dihasilkan oleh ulat sutra betina dalam menarik perhatian dan simpati lawan jenisnya. Dari titik awal ini maka para ilmuwan mencari apakah ada penggunaan pheromone dalam interaksi sosial manusia, didapati manusia juga memiliki odor natural yang berfungsi sama. Dalam suatu studi terhadap manusia menunjukkan bahwa individu dapat mengasosiasikan isyarat bau badan dengan sistem imun yang berguna untuk memilih pasangan yang tidak memiliki hubungan dekat dengan dirinya. Dengan menggunakan teknik pencitraan otak, pelaku riset asal Swedia menunjukkan bahwa otak pada pria homoseksual dan pria heteroseksual memberikan respon yang berbeda terhadap dua jenis bau badan yang disamarkan dalam membangkitkan aktifitas seksual, dan pada pria homoseksual itu menunjukkan respon yang sama dengan wanita heteroseksual. Studi diperluas dengan menyertakan wanita homoseksual dan hasilnya sesuai dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya, wanita homoseksual tidak memberikan respon terhadap bau badan pria, melainkan respon mereka terhadap bau badan wanita serupa dengan pria heteroseksual.

Menurut Prof. Grammer, fenomena pheromone telah ada di bumi sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Jika seorang wanita yang secara fisik kurang menarik, akan menebarkan pesonanya melalui pheromones untuk menarik lawan jenisnya, sementara wanita yang memiliki fisik menarik tidak akan merasa terusik. Dengan cara itu, sistem pheromone ini membantu seseorang untuk menemukan pasangan yang cocok secara biologis.

Sementara itu, Professor Chaterine Dulac dari Harvad mengatakan bahwa organ tubuh yang bertugas menerima ransangan dari pheromones adalah Vomerosonal Organ (VNO). VNO ini terdiri atas sejumlah sel syaraf yang berbentuk biji ramping dan berada di belakang lubang hidung.

Dalam situasi yang normal, VNO akan segera mentransfer sinyal pheromones ke dalam otak yang bertanggung jawab terhadap instinktif atau alam bawah sadar. Profesor Chaterine memperkirakan bahwa karena adanya mutasi gen pada manusia membuat kemampuan VNO mendeteksi hormon pheromone tidak berkembang.

Dan Saat ini, Manusia bisa meningkatkan jumlah Pheromones dalam tubuhnya karna Hasil penelitian para ilmuwan menghasilkan sebuah temuan baru yaitu  sebuah parfum Pheromone yang bisa di gunakan pria maupun wanita. Parfum… ?!#@%$#@ yuppp…. ada Parfum yang seperti itu.

Di Indonesia mungkin belum tenar ya tentang parfum ini… Silahkan deh serching di mbah Go*gle Pasti ada yang jual di Indonesia.

*Kalo Saya sih… Alami aja ya…lagi pula Suami saya sudah bisa menangkap Pheromones yang saya miliki dengan sangat baik.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s